Rabu, 04 Desember 2013

mesin pengaduk baglog

KABAR GEMBIRA...!

Untuk Petani Jamur Tiram khususnya daerah Kota Tasikmalaya, Kota Ciamis dan Sekitarnya... kami sudah menyiapkan alat pengaduk untuk media baglog jamur tiram, sehingga kita tidak usah capek-capek untuk mengaduk bahan dengan menggunakan alat konvensional, seperti cangkul dan sekop.

Disamping itu ramah untuk kesehatan kita, karena tidak menimbulkan debu yang kuat sehingga aman bagi paru-paru kita. Dan dijamin anda puas... dengan harga yang terjangkau.

Berikut kami lampirkan lampirkan contoh mesin pengaduk tersebut...



                                           (Mesin Pengaduk yang sudah memakai Motor Listrik)

(Mesin Pengaduk yang masih konvensional / mengguakan tangan)

Selasa, 03 Desember 2013

AUTOCLAVE JAMUR TIRAM

AUTOCLAVE JAMUR TIRAM




Autoclave adalah alat masak yang menghasilkan uap panas bertekanan tinggi, yang digunakan untuk proses sterilisasi peralatan laboratorium dan sterilisasi bibit jamur tiram.
Untuk proses sterilisasi bibit jamur tiram bisa sesuai dengan suhu dan tekanan yang kita inginkan sehingga hasil bibit jamur lebih bagus.
Autoclave juga dikenal dengan istilah Presto, karena memang alat ini bisa digunakan untuk memasak daging, ikan, ayam, bebek, dll agar lebih empuk dan lunak. Alat ini jelas lebih bagus dibandingkan dengan presto biasa.

Spesifikasi :
- Bahan full stainlesstell ukuran 2 mm

(Kecuali Lingkar Tutup dan Leher Tabung menggunakan Plat besi ukuran 5 mm)
- Mampu Tekanan hingga 4 BAR
- Berat +/- 25kg
- Botol yang digunakan botol bekas saus / sambal ABC.
- Bisa untuk membuat bibit PDA, F1, F2
- Bisa untuk memasak dan usaha karena lebih baik dari panci presto biasa
- Hemat penggunaan LPG
- Menghasilkan suhu 110 derajat C atau lebih (pengalaman kami sampai 125 dearajat C)

           Plus-plus... Autoclave sudah kami lengkapi dengan :
- Pressure Gauge
- Thermometer Gauge
- Safety Valve
- Valve Pembuangan Uap


Harga Autoclave :


1. Kapasitas 60 botol    : Rp 3.250.000,-
(harga masih bisa nego Boss... dan untuk pemesanan sampai akhir tahun 2013 kami berikan free kompor semawar 4 titik)

untuk Petani Jamur di kawasan Tasikmalaya dan sekitarnya, Pesan segera Autoclave alat untuk budidaya jamur tiram hanya di
RIFAT JAMUR TASIKMALAYA.

email : riswana1.rr@gmail.com
HP    : 08996408130
Blog : www.rifatjamurtasikmalaya.blogspot.com
          www.rifatjamurtasik.blogspot.com
          www.riswanarifat.blogspot.com
          www.facebook.com/#!/jamurtiramtasikmalaya

SEDIA BIBIT JAMUR TIRAM

SEDIA BIBIT JAMUR TIRAM TASIKMALAYA

            Untuk para petani jamur tiram di kawasan Tasikmalaya dan sekitarnya,
Kami Rifat Jamur Tasikmalaya Menyediakan Bibit Jamur Tiram mulai dari,
Bibit F0 (PDA); F1; F2; F3(Baglog Media Tumbuh) untuk jamur tiram jenis Florida.
Harga :
Bibit F0 (PDA)     = Rp. 75.000,- (bisa digunakan untuk inokulasi pada media bibit F1 + 20 - 25 Botol F1)
Bibit F1 per Botol = Rp. 30.000,- (bisa digunakan untuk inokulasi pada media bibit F2 + 60 Botol F2)
Bibit F2 per Botol = Rp. 7.000,- (bisa digunakan untuk inokulasi pada media tumbuh/Baglog + 20 Baglog)
Bibit F2 (Tempe) per Bungkus = Rp. 5.000,- (bisa digunakan untuk inokulasi pada media tumbuh /
                                                    Baglog + 20 Baglog)
(Banyak tidaknya untuk jumlah inokulasi tergantung pengguna yang meng inokulasi)
Media Tumbuh F3 ( Baglog) :
Ukuran 17 x 25 = Rp. 1.500,- / Baglog (min order 1000 bag log belum termasuk ongkir)
Ukuran 20 x 30 = Rp. 2.500,- / Baglog (min order 1000 bag log belum termasuk ongkir)
Untuk yg berminat bisa menghubungi kami :
email : riswana1.rr@gmail.com
HP : 08996408130
Blog : www.rifatjamurtasikmalaya.blogspot.com
          www.rifatjamurtasik.blogspot.com
          www.riswanarifat.blogspot.com
          www.facebook.com/#!/jamurtiramtasikmalaya


( Bibit F0 / PDA )


( Bibit F0 / PDA)
( Bibit F1 )


( Bibit F2 )
( Baglog ukuran 20 x 30 )
( Baglog ukuran 17 x 25 )

PEMBUATAN MEDIA TUMBUH (BAG LOG) JAMUR TIRAM

PEMBUATAN MEDIA TUMBUH (BAG LOG) JAMUR TIRAM

1. ALAT - ALAT
1. Cangkul / sekop
2. Botol saus (untuk memadatkan media)
3. Plastic lebar (untuk alas apabila lantai tidak disemen)
4. Timbangan
5. Ember
6. Alat Kukusan / Alat Steerilisasi (bisa dibuat dari drum)

2. BAHAN
Untuk pembuatan lk 200 Bag log ukuran plastic 20-30 - 03 diperlukan bahan-bahan seperti di bawah ini:
a. Serbuk gergaji = 7 karung (yg digunakan karung compeed)
b. Dedak halus = 12 kg
c. tepung kanji/aci/sagu = 1 kg
d. Kapur (CaCO3) atau dolomite atau kalsit atau kalsium = 4 kg
e. Pupuk NPK = 1 kg
f. Air = 60-70%
f. Kantong plastic ukuran 20-30-03
g. Karet gelang + ¼ kg
h. Cincin baglog (bisa dari pipa paralon / limbah bekas kelos benang)
i.  Kertas Koran (ukuran 7cm x 7cm)
j. Bibit Jamur Tiram = 9 -10 btl (asumsi @ 1 btl bibit untuk 20 – 25 bag log)
k. Alkohol (untuk sterilisasi tangan, kaki, dan ruangan)

3. PROSEDUR
1. Bahan kecuali air dan pupuk dicampur merata
2. Larutkan pupuk dalam air (diusahakan direndam 1 x 24 jam sebelum memulai pencampuran supaya larut merata)
3. Tambahkan air ke campuran bahan, aduk rata dengan cangkul/sekop/tangan. Penambahan air dirasa cukup jika media dikepal/diperas akan menggumpal tapi tidak meneteskan air. Air perlu di tambahkan lagi kemedia jika media dikepal terurai kembali/tidak menggumpal
4. Media dimasukkan ke dalam kantong plastic pp tahan panas kapasitas ukuran 20-30-03. Media harus dipadatkan dengan botol agar terbentuk media tumbuh yang cukup padat, lipat bagian atasnya supaya saat sterilisasi tidak masuk uap air, dan media siap di sterilkan/dikukus.

4. STERILISASI MEDIA TUMBUH ( BAG LOG )

       Tujuan sterilisasi media adalah mensuci hamakan media agar media bebas dari berbagai macam organisme, contohnya : serangga kecil, bakteri dan jamur lainnya. Sterilisasi dilakukan dengan cara pemanasan dalam jangka waktu dan tekanan tertentu
Cara sterilisasi media tumbuh Yang paling sederhana adalah cara konvensional, yaitu: Sterilisasi pada temperatur 100 derajat C selama 8 s/d 10 jam dengan menggunakan drum. Biasanya digunakan drum kapasitas 200 lt, yang dipanaskan dengan kompor gas / smawar. Apabila memungkinkan dapat menggunakan sterilisator/steamer yang terbuat dari baja atau tembok.

5. PENANAMAN (Inokulasi) BIBIT JAMUR TIRAM

       Pembibitan dilakukan di dalam ruang khusus / ruangan yang tertutup tidak banyak masuk angin ke dalam ruangan.
Cara kerja:
Buka bagian atas media tumbuh (bag log) yang telah disterilkan.
Hamparkan 1-2 sendok makan bibit jamur F2. Gunakan sendok yang telah dipanaskan di atas nyala api. Satu botol bibit untuk 20-25 bag log
Masukan mulut bag log ke dalam cincin, lalu tarik ujung-ujung plastik bag log supaya kencang/rapat ke media, kemudian tutup dengan kertas koran yang telah disteerilisasi terlebih dahulu dan di ikat oleh karet gelang/karet pentil.
Bag log sudah jadi, siap disimpan/diinkubasikan + 3 s/d 4 minggu

6. INKUBASI/PENYIMPANAN BAG LOG MEDIA TUMBUH
      Bag Log yang sudah ditanami bibit harus disimpan di tempat yang menunjang pertumbuhan miselium dan tubuh buah. Masa penyimpanan Bag log setelah ditanami bibit ini dinamakan masa inkubasi. Pada masa ini suhu yang diperlukan adalah suhu yang lebih hangat yakni sekitar 22 s/d 28 ‘C dan kelembaban 60-70 %. lamanya masa inkubasi tergantung besar kecilnya baglog , makin besar ukuran baglog makin lama masa inkubasinya. Sebagai gambaran , untuk mediaukuran 20-30 lamanya inkubasi adalah 3 s/d 4 minggu.
=========== SELAMAT MENCOBA ===========
email     : riswana1.rr@gmail.com
HP        : 08996408130
Blog : www.rifatjamurtasikmalaya.blogspot.com           www.rifatjamurtasik.blogspot.com
          www.riswanarifat.blogspot.com
          www.facebook.com/#!/jamurtiramtasikmalaya

PEMBUATAN BIBIT TEMPE “F2” JAMUR TIRAM

PEMBUATAN BIBIT TEMPE “F2” JAMUR TIRAM

1. ALAT - ALAT
1. Cangkul / sekop
2. Plastic lebar (untuk alas apabila lantai tidak disemen)
3. Timbangan
4. Ember
5. Alat Kukusan / Alat Steerilisasi (bisa dibuat dari drum)
6. Sprayer (Untuk steerilisasi ruangan dan tangan)

2. BAHAN
Untuk pembuatan lk 180 bibit tempe ukuran plastic 12-30 - 03 diperlukan bahan-bahan seperti di bawah ini:
a. Jagung Giling                      =    4 kg
b. Dedak halus                        =    8 kg
c. Serbuk gergaji                     =  16 kg
d. Kapur (CaCO3) / kalsium   = 0,5 kg
e. Gula Pasir Lokal                  = 200 gram
f. Air                                       = 60-70%
f. Kantong plastic ukuran       = 12-30-03
g. Karet gelang                        = + ¼ kg
h. Cincin baglog (bisa dari pipa paralon / limbah bekas kelos benang)
i.  Kertas Koran (ukuran 7cm x 7cm)
j.  Bibit Jamur Tiram “F1”       = 4 btl (asumsi @ 1 btl bibit “F1” untuk 45 – 50 bibit “F2”)
k. Alkohol (untuk sterilisasi ruangan dan tangan)

3. PROSEDUR

1. Bahan kecuali air dicampur merata

2. Tambahkan air ke campuran bahan, aduk rata dengan tangan. Penambahan air dirasa cukup jika media dikepal/diperas akan menggumpal tapi tidak meneteskan air. Air perlu di tambahkan lagi ke media jika media dikepal terurai kembali/tidak menggumpal

3. Media dimasukkan ke dalam kantong plastik pp tahan panas kapasitas ukuran 12-30-03. Media harus dipadatkan (bisa menggunakan tangan) agar terbentuk media tumbuh yang cukup padat, lipat bagian atasnya supaya saat sterilisasi tidak masuk uap air, dan media siap di sterilkan/dikukus.



4. STERILISASI MEDIA TUMBUH “F2”
  


            Tujuan sterilisasi media adalah mensuci hamakan media agar media bebas dari berbagai macam organisme, contohnya : serangga kecil, bakteri dan jamur lainnya. Sterilisasi media dengan menggunakan Autoclap dengan tekanan 2,5 bar selama 60 menit.
Cara sterilisasi media yang paling sederhana adalah cara konvensional, yaitu: Sterilisasi pada temperatur 80 - 100 derajat C selama 8 s/d 10 jam dengan menggunakan drum. Biasanya digunakan drum kapasitas 200 lt, yang dipanaskan dengan kompor gas / smawar.

5. PENANAMAN (Inokulasi) BIBIT “F1” ke MEDIA “F2”
 


       Pembibitan dilakukan di dalam ruang khusus / ruangan yang tertutup tidak banyak masuk angin ke dalam ruangan.
Cara kerja:
Buka bagian atas media “F2” yang telah disterilkan.
Hamparkan 5-10 butir bibit jamur “F1”. Gunakan sendok yang telah dipanaskan di atas nyala api. Satu botol bibit “F1” untuk 40 - 50 bag log media “F2”
Masukan mulut bag log ke dalam cincin, lalu tarik ujung-ujung plastik bag log supaya kencang/rapat ke media, kemudian tutup dengan kertas koran yang telah disteerilisasi terlebih dahulu dan di ikat oleh karet gelang/karet pentil.
Media bibit “F2” sudah jadi, siap disimpan/diinkubasikan + 3 s/d 4 minggu.
  

6. INKUBASI/PENYIMPANAN MEDIA TUMBUH BIBIT “F2”
 


      Media bibit “F2” yang sudah ditanami/diinokulasi bibit “F1” harus disimpan di tempat yang menunjang pertumbuhan miselium. Masa penyimpanan/inkubasi ini suhu yang diperlukan adalah suhu yang lebih hangat yakni sekitar 24 s/d 28 ‘C dan kelembaban 50-60 %. lamanya masa inkubasi tergantung besar kecilnya media yang kita buat, makin besar ukuran makin lama masa inkubasinya. Sebagai gambaran untuk media ukuran 12x30 lamanya inkubasi adalah 3 s/d 4 minggu.
=========== SELAMAT MENCOBA ===========
email     : riswana1.rr@gmail.com
HP          : 08996408130
Blog : www.rifatjamurtasikmalaya.blogspot.com
          www.rifatjamurtasik.blogspot.com
          www.riswanarifat.blogspot.com
          www.facebook.com/#!/jamurtiramtasikmalaya

Jumat, 13 September 2013

Apakah budidaya jamur bisa dilakukkan di dataran rendah ?

Apakah budidaya jamur bisa dilakukkan di dataran rendah ?
           Pertanyaan ini sering kami terima dari para penelpon yang masuk ke nomor  telp kami. Sebelum kami memulai usaha budidaya jamur pertanyaan ini ada juga dibenak kami. Literatur yang kami baca selalu menceritakan jamur  akan hidup dan berkembang di dataran tinggi, sampai kami pun memulai  membuka usaha budidaya jamur dari dataran tinggi yaitu di Tasikmalaya. Jenis jamur yang kami pakai adalah JAMUR TIRAM PUTIH “ Jenis Florida “.
Karena kami mempunyai sifat ingin tahu lebih banyak lagi tentang budidaya jamur, maka kami melakukkan dibeberapa tempat dengan perbedaan ketinggian tanah dari permukaan laut yang berbeda yaitu :
Didaerah Desa Salawu Kab. Tasikmalaya, yang keadaan suhunya lebih hangat, jamur dapat tumbuh dengan baik.
Didaerah Desa Leuwimalang Kota Tasikmalaya, yang keadaan suhunya panas, jamur dapat tumbuh dengan baik.
Dengan cara seperti inilah kami akhirnya mempunyai keyakinan bahwa usaha budidaya jamur (jenis tiram putih) bisa dilakukkan dimana pun, kapan pun, oleh siapa pun (kaya iklan aja).
Prinsip budidaya jamur adalah mengkondisikan ruangan menjadi dingin dan lembab yaitu dengan cara :
Bila bangunan untuk pertumbuhan jamur belum ada, buatlah dari bahan yg paling murah, kuat, dan mudah didapat di area sekitarnya. Misalkan dari bahan dasar bambu (baik penutup dindingnya maupun rangka konstruksinya), atap menggunakan genteng tanah liat atau sejenisnya (alang-alang). Lantai ruangan dari tanah dilapisi pasir, khusus untuk jalan orang untuk operasional boleh diplester.
Perhatikan sirkulasi udara dan pencahayaan sinar matahari (jangan terlalu terang).
Selalu dikontrol suhu luar bangunan dan suhu didalam ruangan, jaga agar selalu dingin dengan cara disiram air dan direndam pakai air (airnya diglontorkan ke lantai).
Perhatikan permukaan baglog / media tanam agar selalu lembab.
Inilah point-point yang harus selalu diperhatikan bila akan melakukkan / mendirikan usaha budidaya jamur didataran rendah.
STOP DREAMING START ACTION

Informasi Kontak :
email : riswana1.rr@gmail.com
HP : 08996408130
Blog : www.rifatjamurtasikmalaya.blogspot.com
          www.rifatjamurtasik.blogspot.com
          www.riswanarifat.blogspot.com
          www.facebook.com/#!/jamurtiramtasikmalaya

Berikut kami lampirkan photo kumbung kami...